PLTS Atap Mall Terbukti Efektif Menyediakan Listrik Meskipun Cuaca Tidak Stabil

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:24:48 WIB
PLTS Atap Mall Terbukti Efektif Menyediakan Listrik Meskipun Cuaca Tidak Stabil

JAKARTA - Pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di gedung mall menghadapi tantangan dari cuaca yang tidak menentu. 

Kondisi mendung dan hujan dapat mengurangi kemampuan panel surya menangkap cahaya matahari. Kendati demikian, hujan juga memberi manfaat karena membersihkan panel secara alami sehingga tetap efisien.

Vice President Operations Xurya Daya Indonesia, Philip Effendy, menjelaskan bahwa desain PLTS atap sudah menyesuaikan musim hujan dan kemarau. 

Ia menegaskan bahwa meskipun daya serap cahaya berkurang saat mendung, sistem tetap mampu beroperasi secara optimal. Hal ini menunjukkan bahwa PLTS atap tetap relevan untuk mendukung operasional gedung komersial.

Kondisi cuaca yang sulit diprediksi menjadi faktor penentu dalam pemanfaatan energi surya. Pusat perbelanjaan harus mengantisipasi fluktuasi produksi listrik agar kebutuhan operasional tidak terganggu. Dengan teknologi yang tepat, PLTS atap mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan yang berubah-ubah.

PLTS Atap di HI Avenue Bekasi

HI Avenue di Bekasi menjadi salah satu mall yang memasang PLTS atap dengan kapasitas besar. Total kapasitas terpasang mencapai 1.015,04 kWp dengan 1.824 panel surya di area seluas 6.870 meter persegi. Sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 1,3 juta kWh energi bersih per tahun.

Penurunan emisi karbon dioksida diperkirakan mencapai sekitar 1,2 juta kilogram per tahun. Dampak ini setara dengan penyerapan karbon oleh lebih dari 15.000 pohon. Selain ramah lingkungan, PLTS atap juga mampu menyediakan sekitar 26 persen kebutuhan listrik harian mall.

Kapasitas energi ini menunjukkan bahwa PLTS atap bukan hanya simbol green building, tetapi juga solusi nyata untuk efisiensi energi. Mall dapat mengandalkan listrik yang diproduksi sendiri meski terjadi fluktuasi cuaca. Dengan demikian, investasi pada PLTS atap memberi manfaat jangka panjang bagi operasional dan lingkungan.

Strategi Jangka Panjang dan Dampak Positif

Direktur Utama PT Pro Alpine Utama, Stepvensen, menekankan bahwa pemasangan PLTS atap merupakan strategi jangka panjang. Ia berharap sistem ini dapat segera memberi dampak positif pada pengelolaan energi mall. Stepvensen menyebut bahwa awalnya cuaca hujan membuat pengukuran dampak positif masih terbatas.

Ia menegaskan bahwa teknologi PLTS bertujuan mendukung konsep green building di Indonesia. Kapasitas yang dipasang memang belum terbesar, namun diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap Kota Bekasi. Selain itu, pemasangan PLTS atap juga mendukung transisi energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional.

Strategi ini juga mencerminkan komitmen mall dalam mengelola gedung secara bertanggung jawab. Setiap teknologi memiliki kelebihan dan keterbatasan, tetapi penggunaan PLTS atap dapat meminimalkan dampak lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi contoh bagi pusat perbelanjaan lain dalam mengadopsi energi terbarukan.

Komponen dan Teknologi PLTS Atap

Pemasangan PLTS atap di HI Avenue terdiri dari tiga komponen utama. Pertama, PV Module berfungsi menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik arus searah (DC). Kedua, Solar Inverter mengonversi listrik DC menjadi AC agar dapat digunakan untuk operasional mall.

Ketiga, sistem Zero Export memastikan energi surya digunakan langsung di dalam gedung dan tidak dialirkan kembali ke jaringan PLN. Hal ini mendukung stabilitas jaringan listrik sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi. Seluruh sistem dipantau secara real-time melalui power meter dan sistem monitoring terpusat.

Pemantauan ini memungkinkan manajemen mall mengetahui performa PLTS secara akurat. Data yang diperoleh digunakan untuk optimasi pemakaian energi. Dengan teknologi ini, sistem PLTS atap dapat menyesuaikan produksi listrik sesuai kondisi nyata di lapangan.

Manfaat Lingkungan dan Efisiensi Energi

PLTS atap tidak hanya mengurangi biaya operasional listrik mall, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan. Penurunan emisi karbon secara signifikan membantu pengelolaan gedung yang lebih ramah lingkungan. Mall pun mendapatkan reputasi sebagai pusat perbelanjaan yang mendukung transisi energi terbarukan.

Estimasi produksi harian mencapai 3.700 kWh yang berkontribusi pada sebagian besar kebutuhan listrik mall. Langkah ini sejalan dengan tren global untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Pemanfaatan PLTS atap menjadi strategi penting untuk mendukung keberlanjutan energi di perkotaan.

Selain itu, PLTS atap menunjukkan bahwa meski cuaca sulit diprediksi, teknologi surya tetap relevan. Integrasi sistem surya di gedung publik dan komersial dapat menjadi model bagi pembangunan kota hijau. Dengan inovasi ini, pusat perbelanjaan mampu beroperasi lebih efisien dan ramah lingkungan secara bersamaan.

Terkini