Update Harga Minyak Internasional Naik Perlahan Ditengah Stok AS yang Melimpah

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:24:54 WIB
Update Harga Minyak Internasional Naik Perlahan Ditengah Stok AS yang Melimpah

JAKARTA - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan pagi akibat kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik. 

Fokus utama pasar tertuju pada dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini menutupi lonjakan persediaan minyak mentah AS yang lebih tinggi dari perkiraan.

Harga minyak Brent naik tipis mencapai US$69,74 per barel, sedangkan WTI AS menguat ke US$65,00 per barel. Kedua kontrak acuan ini juga menutup perdagangan sebelumnya dengan kenaikan signifikan. Lonjakan harga didorong kekhawatiran investor terhadap eskalasi di Timur Tengah.

Meskipun stok minyak mentah AS meningkat, perhatian pasar tetap pada kemungkinan langkah lanjutan AS terhadap Iran. Investor menilai bahwa ketidakpastian diplomasi masih menjadi faktor utama pergerakan harga. Kenaikan geopolitik menjadi penopang bagi penguatan minyak global.

Langkah Diplomasi dan Ketegangan Timur Tengah

Presiden AS menyatakan belum ada kesepakatan final dengan Iran terkait langkah lanjutan. Negosiasi dengan Teheran dipastikan akan terus berlanjut. Pernyataan ini muncul usai pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, menegaskan diplomasi tetap berjalan.

Sebelumnya, Washington mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan tidak tercapai. Langkah ini menunjukkan kesiapan menghadapi eskalasi. Diplomat kedua negara sempat menggelar perundingan tidak langsung di Oman.

Jadwal putaran lanjutan perundingan masih belum diumumkan secara resmi. Pasar menunggu perkembangan untuk mengukur potensi dampak pada harga minyak. Ketidakpastian ini menjadi faktor utama yang menahan pergerakan harga lebih tinggi.

Prediksi Analis dan Potensi Fluktuasi Harga

Analis energi memperkirakan harga WTI dapat menguat di atas US$65–66 per barel jika ketegangan meningkat. Sebaliknya, meredanya ketegangan bisa memicu aksi ambil untung yang menekan harga. Pergerakan ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap faktor geopolitik.

Fluktuasi harga dipengaruhi kombinasi antara sentimen politik dan data ekonomi. Investor terus memantau dinamika Timur Tengah dan kondisi pasokan global. Hal ini menentukan arah jangka pendek harga minyak mentah dunia.

Analis menekankan pentingnya eskalasi lebih lanjut agar harga mencapai level yang lebih tinggi. Kenaikan terbatas saat ini menunjukkan pasar masih menahan posisi beli bersih. Potensi aksi ambil untung tetap menjadi pengendali volatilitas harga.

Data Ekonomi AS dan Dampaknya pada Permintaan Energi

Selain geopolitik, data ekonomi AS mendukung ekspektasi permintaan energi. Pertumbuhan lapangan kerja meningkat dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen. Kondisi ini menunjukkan ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam.

Kepala riset energi menyatakan ekonomi yang tangguh menopang permintaan minyak. Pasar menilai permintaan energi dari AS akan tetap stabil. Hal ini menjadi faktor positif bagi harga minyak global.

Meski demikian, kenaikan harga minyak tertahan oleh lonjakan besar stok mentah AS. Persediaan naik 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pekan lalu. Angka ini jauh melebihi perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan lebih kecil.

Keseimbangan Pasar dan Prospek Harga Minyak

Meskipun persediaan meningkat, kondisi global menunjukkan kenaikan stok umumnya masih di bawah ekspektasi. Posisi beli bersih pada kontrak berjangka dan opsi minyak belum menunjukkan kejenuhan pasar. Hal ini membuka peluang bagi harga untuk tetap stabil.

Kombinasi geopolitik, data ekonomi, dan stok minyak menjadi indikator penting bagi investor. Keseimbangan antara penawaran dan permintaan menentukan pergerakan harga ke depan. Prospek minyak dunia tetap bergantung pada perkembangan ketegangan dan keputusan produksi global.

Pihak terkait menekankan bahwa penguatan harga dapat berlanjut jika faktor geopolitik meningkat. Namun, volatilitas tetap tinggi karena stok mentah yang melimpah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar minyak tetap sensitif terhadap berbagai dinamika global.

Terkini